Selasa, 10 Januari 2012

numbers / bilangan

numbers / bilangan

Secara umum bilangan dalam bahasa Inggris dibedakan atas dua yaitu bilangan biasa (cardinal numbers) dan bilangan bertingkat (ordinal numbers).

Cardinal numbers (bilangan biasa)

Daftar bilangan biasa dari 1 sampai 1.000.000


Pemisahan antara ratusan dan puluhan

Ratusan dan puluhan biasanya dipisahkan dengan “and” (dalam bahasa Inggris Amerika “and” tidak diperlukan).

110 – one hundred and ten

1,250 – one thousand, two hundred and fifty

2,001 – two thousand and one

Ratusan

Gunakan 100 selalu dengan “a” atau “one”

100 – a hundred / one hundred

“a” hanya ditempatkan di awal sebuah bilangan

100 – a hundred / one hundred

2,100 – two thousand, one hundred

Ribuan dan Jutaan

Gunakan 1.000 dan 1.000.000 selalu dengan “a” atau “one”.

1,000 – a thousand / one thousand

201,000 – two hundred and one thousand

Gunakan koma sebagai pemisah.

57,458,302

Tunggal atau Jamak

Bilangan biasanya dituliskan dalam bentuk tunggal.

two hundred Euros

several thousand light years

Bentuk jamak hanya digunakan dengan dozen, hundred, thousand, million, billion, jika tidak dimodifikasi oleh bilangan atau ungkapan lain (seperti a few / several).

hundreds of Euros

thousands of light years
Ordinal numbers (bilangan bertingkat)


Daftar bilangan bertingkat dari 1 sampai 1.000.000


Penulisan bilangan bertingkat

Cukup tambahkan th pada bilangan biasa

four – fourth

eleven – eleventh

Pengecualian:

two – second

three – third

five – fifth

eight – eighth

nine – ninth

twelve – twelfth

Pada bilangan bertingkat yang kompleks, perhatikan bahwa hanya angka terakhir yang dituliskan sebagai bilangan bertingkat:

421st = four hundred and twenty-first

5,111th = five thousand, one hundred and eleventh

Penulisan dalam angka

Jika dituliskan sebagai angka, dua huruf terakhir dari kata yang ditulis ditambahkan ke bilangan bertingkat:

first = 1st

second = 2nd

third = 3rd

fourth = 4th

twenty-sixth = 26th

hundred and first = 101st

Penulisan dalam Titel

Dalam nama raja-raja dan ratu, bilangan bertingkat dituliskan dalam angka Romawi. Dalam bahasa Inggris lisan, the digunakan sebelum bilangan bertingkat.

Charles II – Charles the Second

Edward VI – Edward the Sixth

Henry VIII – Henry the Eighth

Pengucapan nomor telpon

Masing-masing angka disebutkan terpisah.

24 – two four

Angka 0 disebut oh.

105 – one oh five

Berhenti setelah gabungan 3 atau 4 angka (gabungan terakhir).

376 4705 – three seven six, four seven oh five

Jika dua angka yang berdekatan sama, dalam bahasa Inggris Britis kita biasanya menggunakan kata double (dalam bahasa Inggris Amerika kita cukup mengucapkannya dua kali)

376 4775 – Inggris British: three seven six, four double seven five

376 4775 – Inggris Amerika: three seven six, four seven seven five

Macam-macam penyebutan angka ‘0?

nought - secara umum (bahasa Inggris British)

zero - secara umum (bahasa Inggris Amerika)

oh - apabila masing-masing angka disebutkan secara terpisah (misal: dalam nomor telpon, rekening, dll.)

nil - skor permainan, misal: sepakbola (Inggris British)

love - dalam olahraga tennis dan sejeninsya. (dari bahasa Perancis l’oeuf (telur) karena bentuk angka 0 yang mirip telur)

Nama-nama hari dan bulan

Nama-nama hari

Monday (Senin) Tuesday (Selasa) Wednesday (Rabu) Thursday (Kamis) Friday (Jumat) Saturday (Sabtu) Sunday (Minggu/Ahad)

Nama-nama bulan

January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December.

Nama-nama musim

Spring (musim semi) Summer (musim panas) Fall / Autumn (musim gugur) Winter (musim dingin)

Satuan-satuan waktu

morning (pagi), afternoon (sore), evening (malam), night (malam), day (siang), week (pekan), weekend (akhir pekan), fortnight (dua mingguan), month (bulan), season (musim), year (tahun), decade (dekade), century (abad), millenium (milenium).

instant (langsung), moment (saat), while (sedang), a short time (sejenak), some time (terkadang), a long time (waktu yang lama), a lifetime (seumur hidup), an eternity (abadi), forever (selamanya)

yesterday (kemarin), today (hari ini), tomorrow (besok), this morning (pagi ini), tomorrow morning (besok pagi), last night (tadi malam), tonight (malam ini), tomorrow night (besok malam), yesterday afternoon (kemarin sore), this afternoon (sore ini), tomorrow afternoon (besok sore), last week (pekan lalu), this week (pekan ini), next week (pekan depan), weekend (akhir pekan), sunrise (terbitnya matahari), sunset (terbenamnya matahari), noon (siang), midnight (tengah malam), three days ago (tiga hari yang lalu), the day before yesterday (kemarin dulu), three weeks ago (tiga pekan yang lalu), the day after tomorrow (besok lusa)

Huruf Bahasa inggris

Mempelajari sebuah bahasa harus dimulai dengan mengenal alfabet bahasa tersebut. Bahasa Inggris dituliskan dalam bahasa Latin sehingga alfabetnya sama dengan alfabet bahasa lain yang juga dituliskan dalam bahasa Latin, termasuk Bahasa Indonesia. Sebagai pelajaran yang paling pertama dan paling dasar anda harus mengetahui cara pelafalan (pronunciation) alfabet bahasa Inggris.

Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf. Dalam urutan alfabetis, huruf-huruf itu adalah:

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Lima huruf diantaranya adalah huruf vokal (vowel) dan 21 adalah konsonan (consonant).


Setiap huruf bisa dituliskan sebagai “huruf besar” (capital) atau huruf kecil (small letters).

Kamis, 05 Januari 2012

Kisah Sukiyat, Perintis Mobil Esemka Jokowi




Sosok yang berperan dalam "kelahiran" mobil Kiat Esemka adalah Sukiyat, pemilik dan pendiri Kiat Motor. Bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pria kelahiran Trucuk, Klaten. 22 April 1957 ini merintis perakitan mobil bikinan anak bangsa.

Mobil Esemka naik daun setelah Wali Kota Surakarta, Joko Widodo menggunakannya sebagai mobil dinas. (baca: Jokowi: Mobil Esemka Lebih Nyaman dari Camry). Mobil yang dirakit para pelajar SMK Warga Surakarta dan Kiat Motor tersebut menggunakan komponen 80 persen lokal dan 20 persen impor.

Sukiyat mengawali usaha bengkel motor pada 1978. Kini usahanya berkembang menjadi tempat pengecatan mobil dengan sistem oven dan perbaikan bodi mobil. Persinggungannya dengan siswa sekolah menengah kejuruan dimulai ketika pada 2007, ayah dua anak ini memodifikasi sebuah Toyota Crown menjadi mirip Toyota Land Cruiser.

Tertarik dengan kreativitas Sukiyat, Direktur Pendidikan Kejuruan Joko Sutrisno lantas menyambangi rumahnya di Jalan Yogya-Solo, Ngaran, Klaten. »Dia ingin mengajak kerja sama merakit mobil yang dikerjakan oleh siswa SMK,” katanya ketika ditemui di Solo, Selasa, 3 Januari 2012.

Singkat cerita, sejak 2008 hingga kini bengkel seluas 6.500 meter persegi ini tidak sepi dari aktivitas perakitan mobil oleh siswa SMK. Setidaknya ada 20 SMK yang menitipkan siswanya untuk magang di tempatnya. »Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” lanjut pria yang tidak lulus STM di Klaten ini.

Kemudian, dia turut andil tatkala mendampingi siswa SMK 2 dan SMK Warga Surakarta yang merakit mobil Kiat Esemka. Dua unit mobil hasil perakitan kini telah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo.

Menurut Sukiyat, dana dua unit mobil tersebut dari masing-masing sekolah, yang mendapat dana dari Kemendikbud. Satu unit biayanya sekitar Rp 350 juta. Komponen mesin didatangkan dari Jakarta, yang juga buatan siswa SMK 1 Jakarta.

Kemudian blok mesin dibikin di Klaten, dan mesin dirakit di SMA Warga. Mesin tersebut berjenis TwinCam dengan merek Esemka dengan kapasitas 1.500 cc. »Sudah injeksi. Sehingga irit bahan bakar karena pembakarannya sempurna,” katanya.

Dimulai pada September 2011, mobil Kiat Esemka yang berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) selesai 2,5 bulan kemudian. Dia mengaku bangga dengan hasil karya siswa SMK. Hal itu membuktikan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara lain.

Dengan meluncurkan Kiat Esemka, »Mimpi saya bisa menjadi seperti Henry Ford, yang bisa membuat mobil,” ujar Sukiyat. Nama Kiat Esemka dipilih karena dia turut andil dalam pembuatan bodi, yakni sekitar 80 persen dari total perakitan mobil.

Hingga kini, bengkelnya tidak berhenti bekerja. Sukiyat ingin terus mendidik siswa SMK agar mahir merakit dan nantinya bisa mandiri. Dia berharap lulusan SMK yang dia didik bisa menjadi wirausaha yang berbasis pada industri otomotif.

sumber : TEMPO.CO, Surakarta

Sukiyat, Tokoh di Balik Kiat Esemka, Mobil Dinas Wali Kota Solo
Gagal Masuk SMK karena Cacat Kaki


Mobil Kiat Esemka resmi menjadi kendaraan dinas Wali Kota Solo Joko Widodo. Adalah Sukiyat yang menjadi sosok penting di balik hadirnya mobil rakitan siswa SMKN 2 Solo tersebut. Siapa dia?

TIDAK sulit menemukan lokasi pusat pembuatan mobil Kiat Esemka. Yakni, di pinggir Jalan Raya Solo-Jogja Km 4, Ngaran, Klaten, Jawa Tengah. Papan nama bengkel tersebut terpampang jelas dan berukuran cukup besar.

Pengguna jalan yang melaju dari arah Solo hampir pasti bisa melihat jelas papan itu. Aktivitas di bengkel tersebut tidak jauh berbeda dari bengkel pada umumnya. Suara bising mobil terdengar keras, bahkan sesekali memekakkan telinga. Ramainya aktivitas menandakan bahwa bengkel punya banyak pelanggan.

Sebuah mobil hitam diparkir di depan ruangan berukuan sekitar 6 x 9 meter. Beberapa mekanik muda sedang menyempurnakan mobil tersebut. Ada yang sedang memoles, ada pula yang memperbaiki bagian mesin dan pintu mobil.

"Ini salah satu mobil Kiat Esemka yang sedang dirakit. Tinggal proses akhir. Yang merangkai sejak awal sampai hampir jadi seperti sekarang adalah siswa SMK yang PKL (praktik kerja lapangan) di tempat saya," ujar Sukiyat, pemilik bengkel sekaligus pelopor pembuatan mobil Kiat Esemka.

Nama Kiat Esemka merupakan gabungan nama Sukiyat (biasa dipanggil Kiat) dan SMK yang ditulis dengan Esemka. Sukiyat adalah pemilik ide, sedangkan siswa SMK menjadi perakitnya.

Langkah Sukiyat memelopori kelahiran Kiat Esemka berawal dari keprihatinannya terhadap salah satu SMK negeri di Klaten yang kurang diminati masyarakat. Sebab, SMK tersebut selama ini hanya mengandalkan jurusan pertanian.

Setelah terpilih menjadi wakil ketua komite sekolah, Kiyat "panggilan Sukiyat" memulai membuat gebrakan. Pada 2009, dia mempersiapkan rencana merakit mobil. Awalnya, dia memanfaatkan mesin mobil Toyota Corn sebagai objek praktik siswa SMK yang magang. Ternyata, dari mesin tersebut, selama dua bulan, siswa mampu merangkai mesin sampai hampir jadi.

Proses selanjutnya adalah membuat bodi mobil. Menurut pria kelahiran Klaten, 22 April 1957, tersebut, proses inilah yang paling sulit. Dia sampai lupa berapa kali percobaan dilakukan siswa PKL untuk membuat bodi.

"Sebab, untuk membentuk bodi dan lantai mobil, dibutuhkan ketelitian. Salah sedikit saja ukurannya, berpengaruh pada rangkaian yang akan digabungkan. Sangat banyak percobaan yang dilakukan. Saya sampai lupa," ungkapnya.

Dia masih ingat, setelah mobil selesai dibuat, ada kunjungan dari Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbud). Yang datang saat itu adalah Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno.

Mengetahui potensi tersebut, Joko meminta Kiyat membina siswa SMK agar merangkai mobil sendiri tanpa menggunakan mesin pabrik. Kiyat langsung menyanggupi permintaan Joko. Dia kemudian mengumpulkan siswa yang PKL di bengkelnya.

Ternyata, para siswa juga tertantang untuk bisa merangkai mobil sendiri. Saat merangkai Kiat Esemka kali pertama, memang butuh waktu cukup lama, sekitar 2,5 bulan.

Lamanya waktu pengerjaan itu disebabkan masih banyaknya komponen yang harus diburu ke toko otomotif atau dibuat sendiri. Mulai onderdil mesin, persneling, sampai pembuatan lantai mobil. Untuk semua itu, Kiyat hanya bertugas membimbing dan mengawasi. Pengerjaan teknis merangkai mobil ditangani seluruhnya oleh siswa SMK yang PKL dan diawasi guru pembimbing.

Saat ini, sudah ada 10 unit mobil yang diproduksi Kiyat bersama puluhan siswa SMK yang praktik di bengkelnya. Dua unit lagi sedang dalam proses dan hampir jadi. Sepuluh mobil yang sudah selesai tersebut merupakan pesanan SMK yang siswanya ikut PKL di bengkelnya.

"Mobil yang dipesan SMK digunakan untuk praktik agar siswa lebih mahir. Dengan demikian, saat lulus SMK nanti, mereka benar-benar siap kerja, tidak bingung mau bekerja apa," ungkap bapak dua anak tersebut.

Bukan hanya SMK yang berminat terhadap mobil-mobil tersebut. Wali Kota Solo Joko Widodo sudah mengambil dua unit untuk kendaraan dinas dirinya dan wakil wali kota. Saat ini, Bupati Klaten Sunarna juga memesan dua unit.

Kiyat menegaskan, merek mobil Kiat Esemka tersebut sudah dipatenkan. Namun, karena masih terkendala izin dan administrasi, mobil itu belum bisa diproduksi secara masal. Sebab, untuk memproduksi mobil, diperlukan persyaratan yang cukup rumit. Dia berharap pemerintah membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Meski demikian, tidak berarti dia berhenti memproduksi Kiat Esemka. Dia akan terus-menerus membuat mobil karena saat ini banyak sekolah yang memesan. Kiyat mengklaim, banyak koleganya yang sudah memesan. Total mencapai ribuan.

Namun, karena masih terkendala izin, dia belum berani menyanggupi. "Sekarang saya masih berfokus untuk menularkan ilmu kepada siswa SMK yang mau belajar di bengkel saya. Saat ini, ada lebih dari 15 sekolah yang mengirim siswanya untuk PKL. Jumlahnya seangkatan mencapai puluhan orang," tambahnya.

Sebelum siswa memulai merangkai mobil, Kiyat memberikan tugas khusus kepada mereka untuk membuat miniatur mobil. Masing-masing kelompok terdiri atas dua orang. Dalam waktu satu sampai dua pekan, siswa harus bisa menyelesaikan miniatur mobil tersebut. Tujuannya, siswa bisa mempelajari dengan detail cara merangkai mobil yang sesungguhnya.

Terkait dengan kualitas, Kiyat mengklaim berani bersaing dengan mobil keluaran pabrik. Bahkan, pernah dilakukan test drive mobil tersebut dengan jarak Jakarta"Surabaya. Bahan bakarnya premium dengan perbandingan 1 liter : 12 kilometer, sedangkan isi silinder 1.500 cc.

Untuk harga, Kiat Esemka jauh lebih terjangkau jika dibanding mobil keluaran pabrik. Satu unit Kiat Esemka hanya dibanderol Rp 95 juta.

Ketertarikan Kiyat di bidang otomotif terlihat sejak dirinya berusia belasan tahun. Saat menginjak remaja, dia mencoba masuk SMK. Namun, karena kaki kirinya cacat (difabel), dia tidak bisa masuk ke sekolah tersebut.

Kiyat tidak putus asa. Dia kemudian masuk ke Lembaga Penelitian Pengembangan Penyandang Cacat Prof Dr Soeharso. Dia belajar di lembaga tersebut selama setahun. Yang dipilih bukan jurusan otomotif, tapi menjahit. Hal tersebut didasarkan pada latar belakang orang tuanya yang memiliki usaha tenun.

"Kemampuan dasar di bidang otomotif saya lebih karena belajar otodidak. Jadi, saya sejak kecil memang senang mengutak-atik motor. Saya dulu membuka bengkel Vespa, kemudian lanjut ke Hardtop," ungkap suami Halimah Partini tersebut.

Setelah usahanya cukup berkembang, perusahaan cat dari Jerman (Pacific Paint) dan Jepang (Nippon Paint) tertarik. Pada 1982, Kiyat dikirim ke Jepang oleh perusahaan cat tersebut selama tiga bulan. Selama di Jepang, kemampuan Kiyat tentang otomotif semakin terasah. Dia mendapat tambahan ilmu tentang teknik body repair.

Setahun kemudian, giliran perusahaan cat dari Jerman mengirim Kiyat untuk belajar di negara tersebut. Waktunya hampir sama, tiga bulan. Di Jerman, dia kembali mendalami body repair. Pengalaman tersebut kemudian semakin meyakinkan Kiyat bahwa bengkel yang dia dirikan bisa lebih berkembang.

Pria yang kaki kirinya cacat sejak berumur enam tahun karena polio itu merupakan sosok yang tegas dalam hal pekerjaan. Bahkan, dia jeli membaca peluang bisnis. Itulah yang juga membuat dirinya berani menggagas pembuatan Kiat Esemka.

sumber : BOY ROHMANTO, Klaten

Rabu, 28 Desember 2011

KEJADIAN DI DALAM ANGKOT



Suatu hari, saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Di dalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yang belum terisi.

Di tengah jalan, angkot2 saling menyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pemandangan yang aneh. Di depan angkot yang kami tumpangi, ada seorang ibu dengan 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yang berhenti di hadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya, "Dik, lewat terminal bis ya?"

Supir muda itu tentu menjawab, "Ya."

Yang aneh, ibu tadi tidak segera naik. Ia bilang, "Tapi saya dan ketiga anak saya tidak punya ongkos."

Sambil tersenyum, supir itu menjawab, "Nggak apa2, Bu.. Naik saja."

Ketika si ibu tampak ragu2, supir itu mengulangi perkataannya, "Ayo Bu, naik saja, nggak apa2."

Saya terpesona dengan kebaikan si supir angkot yang masih muda itu. Di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk ibu dan anak2nya.

Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. Si ibu mengucapkan terima kasih kepada supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria ikut turun, lalu pria itu membayar dengan uang Rp.20.000.

Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkotnya hanya Rp.4000), pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya dan 4 penumpang gratisan tadi.

"Teruslah menjadi orang baik, ya Dik.." kata pria tersebut kepada si supir angkot muda.

Sore itu, saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yang saya lihat. Seorang ibu miskin yang jujur, seorang supir yang baik hati, dan seorang penumpang yang dermawan. Mereka semua saling mendukung untuk kebaikan..

QURBAN BU SUMI



Setelah melayani pembeli, saya melihat seorang ibu sedang memperhatikan dagangan kami. Dilihat dari penampilannya sepertinya ibu itu tak akan beli. Namun saya coba menghampiri dan menawarkan. "Silahkan, Bu."

Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah. "Kalau yang itu berapa, Bang?"

"Kalau yang itu harganya 600 ribu, Bu," jawab saya.

"Harga pasnya berapa?" tanya Ibu itu lagi.

"500 ribu deh Bu," jawab saya. Harga sekian untung saya kecil, tapi biarlah...

Ibu itu bertanya, "Uang saya cuma ada 450 ribu, boleh nggak?"

Wah, saya bingung, karena itu harga modal kami. Akhirnya kami berembug dan mengikhlaskan.

Saya pun mengantar hewan ibu. Ketika sampai di rumah ibu tersebut.. Astaghfirullah.. Allahu Akbar.. serasa menggigil seluruh badan demi melihat keadaan rumah ibu tersebut.

Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan ibu dan satu orang anaknya di rumah gubuk berlantai tanah. saya tidak melihat tempat tidur atau kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh.

Di atas dipan, sedang tertidur seorang nenek tua yang kurus.

Ibu tadi memanggil. "Mak.. Bangun, Mak.. Nih lihat, Sumi bawa apa.."

Perempuan tua itu terbangun.

"Mak, Sumi udah beliin kambing buat Emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya Mak.."

Orang tua itu kaget namun bahagia. Sambil mengelus-elus kambing, orang tua itu berucap, "Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga Emak qurban.."

Ibu Sumi memberikan saya uang, "Ini Bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya.."

Duh Gusti.. Saya malu berhadapan dengan hambaMu yang satu ini. HambaMu yang miskin harta tapi dia kaya iman..

Saya pun segera pergi dan menolak uang ongkos yang diberikan ibu Sumi. Mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan saya dengan hambaNya yang penuh dengan kesabaran, ketabahan dan keimanan, serta ingin memuliakan orangtuanya...

Selasa, 20 Desember 2011

Kreatif Dengan Corn Craft


Siapa sangka dari bahan tepung maizena dihasilkan banyak kreasi cantik yang mempunyai nilai jual. Sebuah inovasi di bidang keterampilan yang bermula dari hobi, dengan bahan yang murah dan mudah didapat. Yuk, kita ikuti kegigihan Henny Indarti Widjaja (39) sampai menemukan corn craft dengan formula pas.

Ide kreatif ini berawal ketika ia berhenti kerja pada tahun 2002. Henny yang biasanya punya kesibukan di kantor, menjadi canggung dengan posisi yang banyak nganggurnya. Karena senang dengan kerajinan tangan, akhirnya ia mencoba membuat clay dari bahan kimia yang banyak dijual. Tapi suatu ketika, sang anak yang masih kecil sempat memasukkannya ke dalam mulut. Setelah kejadian itu, dia sempat berhenti berkarya beberapa bulan karena sang suami melarangnya.
Tamu Nv produk

Suatu ketika tanpa sengaja ia meremas-remas roti tawar menjadi semacam adonan. Dalam pikirannya timbul ide untuk membuat sesuatu dari bahan roti tawar ini. Kemudian adonan roti tawar ini dicampur lem, dan ia mulai membuat bentuk jerapah dan monyet. ”Hasilnya bagus sih, tetapi setelah beberapa hari, timbul bintik-bintik hitam,” ujar ibu 2 anak ini.

Gagal dengan roti tawar, ia mencoba membuat kerajinan clay dari tepung terigu. Tetapi hasilnya lagi-lagi kurang bagus. Hasil claynya selain tidak bisa putih juga hasilnya melebar atau molor. Tidak puas dengan itu, ia mencobanya dengan bahan kanji yang diberi lem. Lagi-lagi hasilnya tidak memuaskan. ”Clay jadinya seperti berambut dan ada seratnya, tidak licin dan halus,” ujar Henny.

Sampai pada suatu waktu, ia memasak sayur dengan memakai sedikit tepung maizena untuk pengental. Tidak berapa lama, sayur tadi mengendap turun, tapi turunnya kelihatan licin. Dari situ ia tertarik untuk membuat clay dari tepung maizena. Dan ternyata hasilnya sangat memuaskan.

Menurut Henny, kelebihan menggunakan tepung maizena adalah hasilnya keras seperti keramik, warnanya putih, halus, licin, harga terjangkau dan tahan lama. ”Saya pikir, itu semua kelebihan yang harus ada pada clay,” jelasnya. Untuk takaran yang pas, ia menggunakan 1 kg tepung maizena dicampur dengan 600 gr lem dan 300 – 400 ml air.

Selama 5 tahun ia berkreasi tanpa berpikiran untuk membisniskannya. ”Saya setiap hari membuat hiasan dinding, gantungan kunci, aneka suvenir lain,” jelas wanita kelahiran Surabaya ini.

Ada beberapa tips dari Henny untuk mereka yang ingin belajar membuat corn craft.
1. Harus sabar dan ulet. Ini dikarenakan waktu pengerjaan lama dan harus detail.
2. Supaya waktu pengerjaan tepat waktu, dibutuhkan disiplin waktu.
3. Selalu berinovasi supaya produknya selalu baru dan tidak mudah ditiru. Jangan sungkan-sungkan membeli buku atau browsing internet.